kids fashion arcade

Kids Fashion Arcade Angkat Tema Alice in Wonderland

Kids Fashion Arcade kembali digelar di Oval Atrium Ciputra World Surabaya. Tahun ini ini tema yang diangkat adalah Alice in Wonderland. Para model-model cilik menghidupkan cerita Alice in Wonderland melalui busana yang diciptakan desainer-desainer Surabaya.

Salah satunya desainer Charles Sie yang menciptakan busana dalam berbagai karakter seperti Alice, Red Queen, Rabbit, dan Karina. Busana karakter Alive disajikan dalam nuansa biru putih berbahan mikado biru. Busana ini diberi aksen mesh putih bagian dada yang dipermanis dengan trimming dan tule putih. Sedang aksesorisnya dalam bentuk pita biru besar.

Lalu di karakter Red Queen, untuk dresnya memakai bahan taffeta garis-garis hitam, putih, dan gold. Untuk bagian lengan menggunakan bahan french lace hitam. Di bagian ekornya menggunakan bahan organdi merah. Untuk menambah kesan glamour seorang Red Queen ditambahkan detil gold plate metal dan crystal merah pada bagian leher yang terkesan seperti kalung. “Aksesorisnya berbentuk mahkota menggunakan bahan seperti kalungnya,” papar Charles.

Pada karakter Rabbit, ditampilkan lewat nuansa putih dengan aksen biru bahan mikado putih dilapis mesh putih. Charles masih menambahi detil mutiara dan crystal yang dipermanis dengan aksesoris seperti dasi dari bahan bulu-bulu dan tassels.

Untuk Karina ada dua, yang pertama menggunakan bahan linen hijau tosca dengan aksen lipatan di depan dan belakang ditambah detil bordiran bunga-bunga biru. Sedang Karina yang lainnya, memakai bahan linen warna nude dilapis mesh light blue ditambah detil mutiara.

Lain halnya busana yang disajikan oleh desainer dari butik praktis Ivory, Vonny Jayanata. Dia mengangkat busana costail dress yang temanya disesuaikan dengan anak-anak. ”Karena temanya Alice in Wonderland maka busana yang digunakan menggambarkan keceriaan,” jelasnya. Untuk itu, Vonny mengaplikasikan warna-warna lembut dan ceria. Seperti pastel, peach, biru muda dan pink.

Sedangkan bahannya sendiri, Vonny menggunakan kain dutches, yang dikenal tebal, lembut dan tak gampang kisut. Kain ini dirasa cocok dengan kondisi tubuh anak-anak yang mudah gatal dan gerah. Selain itu, lanjut Vonny, kain dutches memberikan ciri busana yang simple look tapi tetap elegan. Selain itu juga ditambahkan penggunaan tile bertekstur lembut untuk menonjolkan dan mempertegas busana.

Motif yang digunakan dalam koleksi busana Vonny, lebih dominan pada bunga yang menjulur atau lengkungan. Dipilihnya motif bunga tak lepas dari unsur feminim yang diusungnya karena pengguna busana ini adalah anak perempuan. Untuk memperkuat kesan elegan, dia menggunakan potongan simetris.

Sedangkan untuk aksesoris, dia menggunakan head piece klasik dengan permainan bulu angsa. Selain itu dia juga menambahkan mahkota dengan manik bunga dan bahannya dari kawat. Penggunaan aksesoris berupa gelang dari brokat juga dipakai, dengan warna pink fucia. “Ini sangat cocok dipakai untuk busana pesta ini,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *