Astindo Fair

Rusia Mulai Dilirik Wisatawan

Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Jatim menggelar pameran yang berlangsung pada 24-26 Maret 2017 di Pakuwon Mall. Selain di Surabaya, acara serupa juga digelar bersamaan di Jakarta. Di sana pengunjung dapat memilih paket wisata dengan berbagai promo yang menarik. Salah satu yang banyak dilirik adalah paket wisata ke Rusia.

Perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Marfuah mengungkapkan berwisata tidak hanya menjadi kebutuhan tapi juga gaya hidup. Itu bisa dilihat dari transaksi di sektor ini yang selau naik tiap tahunnya. Tahun ini, pemerintah menargetkan 20 juta wisatawan asing ke Indonesia. Sedangkan di Jatim targetnya satu juta wisatawan asing. ”Tahun lalu mencapai 620 ribu, jadi kami targetkan naik hingga mencapai satu juta pada 2017 ini,” ucapnya saat membukan Astindo Fair 2017.

Ketua Astindo Jatim Yongki Yanwintarko mengungkapkan tahun lalu tren berwisata ke luar negeri sempat menurun karena adanya Pilkada dan tax amnesty. Dia percaya tahun ini bakal bergairah lagi. Untuk itu, biro perjalanan membuka paket-paket wisata baru. Salah satunya yang saat ini sedang dilirik adalah kawasan Rusia. Paket wisata inu meliputi negara-negara seperti Yogaslavia, Serbia, dan Serajevo.

”Banyak negara-negara di Rusia yang mulai membuka diri dengan pemberian visa yang dipermudah. Ini yang mulai kami perkenalkan. Rusia juga menawarkan destinasi wisata yang tak kalah dengan negera-negara Eropa,” ungkapnya.

Kendati demikian, lanjut Yongki, saat ini negara yang masih menjadi favorit masyarakat Indonesia adalah destinasi wisata di kawasan Asia. Salah satunya Jepang yang biayanya cukup terjangkau. Sedangkan untuk Korea Selatan saat ini trennya mulai menurun akibat kondisi politik yang terjadi.

Sebagai informasi pameran kali ini diikuti 44 stand yang diisi oleh biro perjalanan, perbankan, asuransi dan maskapai penerbangan baik dalam negeri maupun luar negeri. Selain paket wisata ke luar negeri, juga ditawarkan wisata domestik. Misalkan saja Bangka Belitung dan Raja Ampat.

Yongki menambahkan, industri pariwisata merupakan sektor yang berdampak besar bagi perekonomian Indonesia. Untuk itu industri ini menjadi tanggung jawab bersama baik pemerintah maupun pengusahanya. ”Misalkan saja wisata yang sedang digalakkan di Jatim yaitu Banyuwangi dan Sumenep. Otomatis industri kreatif di dua daerah itu harus berbenah dan lebih dikembangkan untuk menunjang sektor wisata,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *